29 Januari, 2010

Manhwa vs Drama+Film

Alow Animania readers, udah setahun ga blogging, kangen juga neh.... ^_^

Ga kerasa udah banyak juga yach qta ngebahas soal anime+manga. Mungkin ada yang bertanya-tanya, manhwa-nya mana nich? Ok, tema tulisan kali ini adalah soal manhwa, manga-nya Korea. Tau ga sih kalo beberapa manhwa ada versi drama, film, dan animasi?

Qta bahas satu-satu dech....

Goong : manhwa satu ini pasti ga asing lagi. Korea membuat versi drama serinya dengan judul Princess Hours. Hanya saja cerita dan tokoh udah disesuaikan, jadi ga terlalu mirip dengan manhwa-nya.

Goong Princess Hours
Bichunmoo : film ini ternyata ada manhwa-nya loh. Mungkin juga muncul lebih dulu dari filmnya, Sayang penulis lupa judul manhwa-nya hehe.... Kisah sejoli Jinha dan Seli yang dipaksa berpisah dan bertemu lagi dalam situasi yang sulit. Tragis tapi romantis.

Bichunmoo-manhwa Bichunmoo-film
Sad Sonata (Sad Love Song) : manhwa ini punya versi dramanya dengan judul yang sama. Berkisah tentang sepasang kekasih yang terlibat cinta segitiga dan harus melewati banyak cobaan untuk bisa bersama.

Sad Sonata-manhwa Sad Sonata-drama
Winter Sonata : penggemar Bae Yong Jun pasti langsung tau kalo manhwa ini ada versi dramanya. Tapi selain drama ada juga versi animasinya loh. Udah ada yang pernah liat?

Winter Sonata-manhwa Winter Sonata-drama Winter Sonata-animasi

Semua judul di atas kalo ga salah pernah ditayangkan di Indosiar sebagai pioneer-nya drama Korea di pertelevisian Indonesia. Kalo kamu penggemar drama seri atau film dari Negeri Ginseng ini pasti udah liat doong.... ^_^V


by pinky

Label: ,

18 Desember, 2008

Tentang Manhwa

Manhwa adalah istilah / sebutan bagi komik atau kartun cetak maupun animasi dari Korea. Di luar Korea, Manhwa lebih dikenal sebagai komik buatan Korea Selatan.
Manhwa ukiran kayu pertama, 1908
Seni manhwa dipengaruhi oleh sejarah modern Korea, sehingga berbagai bentuk, genre maupun gaya penggambaran hampir mirip dengan manga yang saat itu banyak digemari. Ciri-ciri umum manhwa :
  1. bentuk wajah dan mata yang besar
  2. penggunaan metode screentone
  3. cara baca dari kiri ke kanan
  4. menggambarkan sifat dan karakter orang Korea pada umumnya
  5. menampilkan kesan bunyi-bunyian dalam huruf hangul (pada manga juga terdapat kesan bunyi-bunyian seperti ini dalam huruf hiragana / katakana)
Menurut Christopher Hart, seorang pelukis dari Amerika Serikat yang menulis buku tentang cara menggambar manga dan manhwa, gaya penggambaran Korea cenderung lebih realistis daripada manga. Seperti pada penggambaran pola rambut dan garis wajah. Rambut karakter dalam manhwa terlihat lebih natural (alami) dibandingkan manga. Selain itu, penggambaran garis wajah pada manhwa terlihat lebih Asia daripada manga. Seperti kita tahu, kebanyakan manga menggambarkan karakter tokoh dengan wajah-wajah yang ‘cantik’.
Berikut ini adalah nama-nama penerbit dari Korea :
  1. Topaz Agency Inc.
  2. Daiwon C.I
  3. Haksanpub
  4. Seoul Culture Corporation
  5. Shinwon Agency Corporation
Di Indonesia sendiri cukup banyak manhwa terjemahan yang beredar, meskipun belum sebanyak manga yang sudah lebih dulu merajai. Beberapa diantaranya yang cukup digemari adalah Goong, Princess, Shi Hwa Mong, dan Ruler of The Land. Tidak dipungkiri bahwa popularitas Korea (terutama Korea Selatan) di mata dunia akhir-akhir ini membuat beberapa penerbit komik di Indonesia melirik peluang untuk menerbitkan manhwa. Meskipun bagi penulis pribadi, manga bisa lebih dimengerti jalan ceritanya daripada manhwa. Mungkin cara pola pikir orang Korea yang tertuang dalam komik sedikit berbeda daripada media visualnya (drama Korea justru lebih mudah dicerna jalan ceritanya). Namun itu tergantung pada pribadi masing-masing. Manhwa maupun manga tetap punya daya tariknya masing-masing.
Yang pengen tau lebih lanjut soal manhwa bisa baca di Understanding Manhwa": history, culture, recommendations etc
(yah...in English sih...tapi nggak pa-pa, sekalian belajar English...^ ^)
sumber: wikipedia, google

Label: ,

25 November, 2008

Where Are U Goong ?

Pecinta komik pasti tahu manhwa yang satu ini. Sebelum beredar di Indonesia kita sudah melihat visualisasinya melalui televisi. Siapa sih yang nggak suka serial Princess Hour ? Saking populernya hingga banyak yang mengulas dan mengidolakan pemerannya (siapa yang nggak bling bling sama si cakep Joo Ji Hoon dan Kim Jung Hoon ?).
Ada perbedaan antara serial TV dan manhwa-nya ? Tentu saja ada. Alur cerita serialnya dibuat lebih sederhana agar mudah diterima publik manapun. Konflik tidak dibahas lebih jauh untuk menghindari kesan rumit. Tapi kalo manhwa-nya, alur cerita maupun konflik terasa lebih kompleks dan mau tidak mau kerumitan mewarnai kisah para tokohnya. Kalo boleh dibilang, lebih ekstrim dari serial TV-nya. Penyelesaian dalam serial TV sudah mengalami improvisasi karena manhwa-nya sendiri belum tamat dan masih berjalan. Jadi, ya jelas bedalah. Akhir ceritanya gimana cuma pengarangnya yang tahu ^ ^
Tapi........kok nggak terbit lagi sih ? Penasaran kan ? Lagi seru-serunya tau-tau stag....yah, nggak seru deh ! L
Gimana nih Elex Media....kok komiknya mandeg sih ???
Kalo mo cari gratis di internet sih bisa, tapi.....bahasa Inggris tuh ! Enakan bahasa Indonesia jadi nggak perlu mikir. Apalagi buat yang nggak demen speak English....capee deeh...!!
Ada yang tau nggak kenapa komiknya nggak terbit-terbit...???
by.pinkygirl

Label: ,

21 November, 2008

PRINCESS YANG BIKIN PENASARAN

Manhwa yang satu ini lama juga ya. Mulai baca waktu SMA dan sekarang udah tamat kuliah masih lanjut juga. Sempet bete sih waktu tiba-tiba lama nggak terbit. Masalahnya pengen cepet tahu akhirnya.
Kenapa suka Princess ? Bisa dibilang karena gambarnya cantik. Truz alurnya ? sangat-sangat dramatis. Konflik dan tragedi mewarnai hampir keseluruhan cerita. Banyak romance yang terjadi, tapi nggak satu pun yang berakhir bahagia. Semua terpisahkan. Kalo enggak karena tragedi, ya cinta sepihak atau cinta dalam hati. Lihat saja pasangan Biyon-Bii, Scotty Tore-Lala, dan Leon-Eshilde yang saling mencintai tapi terpisahkan. Ada juga cinta dalam hatinya Sei pada Bii, atau cinta sepihaknya Theodora pada Leon. Terus terang, sang pengarang berhasil membangun cerita yang cukup rumit menjadi beberapa konflik yang saling berkaitan. Cukup berat sebetulnya, karena butuh imajinasi tinggi. Kalo nggak, cerita bisa jadi garing alias membosankan.
Sempet sedih juga sih waktu pasangan sentral di awal cerita, Biyon dan Bii ”dimatikan” pengarangnya. Kenapa sih manhwa yang bersetting jaman lampau selalu berakhir sedih ? Lihat aja manhwa Four Daughter of Armian dan .....(lupa judulnya, tapi pernah difilmkan dan dibuat drama serinya dengan judul Bichunmoo). Semua menampilkan kisah kasih tak sampai. Sedih deh, hiks..! :’(
Kalo diperhatikan ada yang beda deh dari Princess terbitan sekarang sama yang dulu. Itu lho, lafal nama-nama tokohnya. Contohnya nama Lala, kalo nggak salah dulu ditulis Lala, tapi sekarang jadi Rara. Nama Biyon juga. Dulu Biyon Qaqan Pyordova, sekarang jadi Biyon Qarqan Pyordova. Mana yang bener nih ? Sebenarnya terjemahan Indonesia dengan Inggrisnya beda sih. Misalnya Scotty = Skadei, Fri = Pry, Baida = Vaida. Nggak masalah sih sebetulnya, Cuma kadang-kadang bingung juga waktu pertama baca. Siapa nih ? Oh...dia...kok beda ya. Gitu ^-^
Yah buat yang tertarik baca aja seri 1-30 nya. Belum tamat sih....tapi kayaknya akhir-akhir ini cerita berjalan lebih cepat. Mungkin aja sang pengarang mau segera bikin endingnya. Harapan sih happy ending buat semuanya. Udah capek-capek menderita masa mau dipisahin terus sih....bener nggak ?!
by.pinkygirl

Label: ,

HIRO vs SIBEL

Memasuki generasi ketiga (setelah raja Pyordova dan Biyon wafat), muncul banyak tokoh baru. Apalagi yang muda-muda dan cakep ^_^
3 tokoh remaja yang menonjol dan jadi perbincangan seru diantara pecinta manhwa (sebutan manga dari Korea) Princess ini adalah Heroic Baida (Hiro/Hise), Sibel Tore, dan Freya Qaqan Pyordova (Fri). Akankah diantara mereka terjadi cinta segitiga ? Banyak spekulasi yang berkembang. Masing-masing punya opini sendiri. Ada yang suka Hiro-Fri, tapi ada juga yang setuju Fri dengan Sibel. Salah satu majalah anime Indonesia pernah membahas manhwa ini. Disebutkan di situ bahwa kisahnya akan menuju pada bersatunya Fri-Hiro. Namun manhwa-nya sendiri baru mencapai seri 31 (di Indonesia masih seri 30), dan untuk menuju akhir tampaknya kita harus bersabar. Kapan tamatnya ? Soal itu hampir selalu dipertanyakan, mengingat panjangnya cerita. Apalagi dulu sempat tiba-tiba terhenti serinya (moga-moga pengarangnya nggak bosen dan cepet-cepet ngerampungin ceritanya. Nggak sabar bo ! >_<) Lalu siapa sih Hiro dan Sibel itu ? Sekilas aja, Hiro adalah putra bungsu Panglima Ramira, Jenderal Baida, dan adik Leon Baida, tangan kanan Biyon, raja Ramira terakhir sebelum dikudeta perdana menteri Bardere. Sempat tinggal di Anatoria sebagai tentara bayaran, dan saat ini menjadi ksatria utama bagi Fri. Sementara Sibel adalah anak di luar nikah antara penguasa Anatoria, Scotty Tore, dan wanita Ramira, Lila. Setelah lama tidak diakui sebagai anak, akhirnya Sibel diangkat juga sebagai pangeran dan kandidat utama calon raja (selengkapnya baca Princess 1-30). Hiro yang baik hati dan Sibel yang misterius (jadi jahat ato baik ya ? masih grey area deh...). Pilih yang mana ? ;-)
by.pinkygirl

Label: ,

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others! Akari Zala
Akari Zala
Create your badge