21 November, 2008

PRINCESS YANG BIKIN PENASARAN

Manhwa yang satu ini lama juga ya. Mulai baca waktu SMA dan sekarang udah tamat kuliah masih lanjut juga. Sempet bete sih waktu tiba-tiba lama nggak terbit. Masalahnya pengen cepet tahu akhirnya.
Kenapa suka Princess ? Bisa dibilang karena gambarnya cantik. Truz alurnya ? sangat-sangat dramatis. Konflik dan tragedi mewarnai hampir keseluruhan cerita. Banyak romance yang terjadi, tapi nggak satu pun yang berakhir bahagia. Semua terpisahkan. Kalo enggak karena tragedi, ya cinta sepihak atau cinta dalam hati. Lihat saja pasangan Biyon-Bii, Scotty Tore-Lala, dan Leon-Eshilde yang saling mencintai tapi terpisahkan. Ada juga cinta dalam hatinya Sei pada Bii, atau cinta sepihaknya Theodora pada Leon. Terus terang, sang pengarang berhasil membangun cerita yang cukup rumit menjadi beberapa konflik yang saling berkaitan. Cukup berat sebetulnya, karena butuh imajinasi tinggi. Kalo nggak, cerita bisa jadi garing alias membosankan.
Sempet sedih juga sih waktu pasangan sentral di awal cerita, Biyon dan Bii ”dimatikan” pengarangnya. Kenapa sih manhwa yang bersetting jaman lampau selalu berakhir sedih ? Lihat aja manhwa Four Daughter of Armian dan .....(lupa judulnya, tapi pernah difilmkan dan dibuat drama serinya dengan judul Bichunmoo). Semua menampilkan kisah kasih tak sampai. Sedih deh, hiks..! :’(
Kalo diperhatikan ada yang beda deh dari Princess terbitan sekarang sama yang dulu. Itu lho, lafal nama-nama tokohnya. Contohnya nama Lala, kalo nggak salah dulu ditulis Lala, tapi sekarang jadi Rara. Nama Biyon juga. Dulu Biyon Qaqan Pyordova, sekarang jadi Biyon Qarqan Pyordova. Mana yang bener nih ? Sebenarnya terjemahan Indonesia dengan Inggrisnya beda sih. Misalnya Scotty = Skadei, Fri = Pry, Baida = Vaida. Nggak masalah sih sebetulnya, Cuma kadang-kadang bingung juga waktu pertama baca. Siapa nih ? Oh...dia...kok beda ya. Gitu ^-^
Yah buat yang tertarik baca aja seri 1-30 nya. Belum tamat sih....tapi kayaknya akhir-akhir ini cerita berjalan lebih cepat. Mungkin aja sang pengarang mau segera bikin endingnya. Harapan sih happy ending buat semuanya. Udah capek-capek menderita masa mau dipisahin terus sih....bener nggak ?!
by.pinkygirl

Label: ,

HIRO vs SIBEL

Memasuki generasi ketiga (setelah raja Pyordova dan Biyon wafat), muncul banyak tokoh baru. Apalagi yang muda-muda dan cakep ^_^
3 tokoh remaja yang menonjol dan jadi perbincangan seru diantara pecinta manhwa (sebutan manga dari Korea) Princess ini adalah Heroic Baida (Hiro/Hise), Sibel Tore, dan Freya Qaqan Pyordova (Fri). Akankah diantara mereka terjadi cinta segitiga ? Banyak spekulasi yang berkembang. Masing-masing punya opini sendiri. Ada yang suka Hiro-Fri, tapi ada juga yang setuju Fri dengan Sibel. Salah satu majalah anime Indonesia pernah membahas manhwa ini. Disebutkan di situ bahwa kisahnya akan menuju pada bersatunya Fri-Hiro. Namun manhwa-nya sendiri baru mencapai seri 31 (di Indonesia masih seri 30), dan untuk menuju akhir tampaknya kita harus bersabar. Kapan tamatnya ? Soal itu hampir selalu dipertanyakan, mengingat panjangnya cerita. Apalagi dulu sempat tiba-tiba terhenti serinya (moga-moga pengarangnya nggak bosen dan cepet-cepet ngerampungin ceritanya. Nggak sabar bo ! >_<) Lalu siapa sih Hiro dan Sibel itu ? Sekilas aja, Hiro adalah putra bungsu Panglima Ramira, Jenderal Baida, dan adik Leon Baida, tangan kanan Biyon, raja Ramira terakhir sebelum dikudeta perdana menteri Bardere. Sempat tinggal di Anatoria sebagai tentara bayaran, dan saat ini menjadi ksatria utama bagi Fri. Sementara Sibel adalah anak di luar nikah antara penguasa Anatoria, Scotty Tore, dan wanita Ramira, Lila. Setelah lama tidak diakui sebagai anak, akhirnya Sibel diangkat juga sebagai pangeran dan kandidat utama calon raja (selengkapnya baca Princess 1-30). Hiro yang baik hati dan Sibel yang misterius (jadi jahat ato baik ya ? masih grey area deh...). Pilih yang mana ? ;-)
by.pinkygirl

Label: ,

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others! Akari Zala
Akari Zala
Create your badge